Government asked to provide convenience to drink Wine exporters by lowering taxes, currently at 150 percent making it more difficult for exporters to import the drink from abroad.
The exporter of wine (wine) taxes imposed by the government feels very big which makes them difficult to bring wine into the country because of taxes imposed by the government are very expensive, says Vice President Sommellier Association, Alexander H. Effendi, told reporters in Jakarta yesterday.
Alexander H. Effendi said the government tax on wine is very large when compared to Singapore's only 70 Singapore dollars per liter, in fact, in Thailand taxes on foreign beverages exhibition is only set at zero percent.
This is a hamper of wine exporters to import wine into the domestic market, he said
The government, he added, should lower the wine tax is slowly but surely making it easier for exporters to import the drink even more.
'We are optimistic the government will change its policies to see the public interest was big enough to buy a drink,' he said.
Drinking wine, according to him, not like drinking water while drinking, but drinking is done gradually, because the body will be warm and fresh and provide health erutama for parents who already advanced.
Moreover, in the domestic market potential is huge if you look at the population that reaches 230 million people, he said.
According to Alexander, the wine market this year is expected to grow by 20 percent higher than last year. (Zaz / At / Cl)
Source: berita8.com
See also:
Hanamasa
Burger King
Tampilkan postingan dengan label burger king. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burger king. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
Crazy Whooper dari Jepang
Burger King Jepang membawa pulang pemanasan global musim panas ini ... rumah untuk makan malam! Panas pada tumit dari Whopper Marah sangat sukses, raksasa makanan cepat saji diatur untuk meluncurkan burger yang membuat AW tampak sebagai cute Hello Kitty. Ini disebut "Crazy Whopper", dan siapa saja cukup gila untuk mencobanya dapat melakukannya dimulai pada Jumat, Juli 23 2010.
Apa yang begitu gila tentang Whopper Crazy? Para paprika adalah titik. The Whopper Marah mendapatkan panas dari cabai paprika hijau jalapeno yang nilai sekitar 5.000 pada skala Scoville. Kedengarannya cukup tinggi tapi begitu's skala: Capsaicin murni skor 15-16000000.
Habanero paprika rate sampai 500.000 dan topping daftar paprika dibudidayakan adalah India Bhut Jolokia, Ghost Chili ditakuti. The Guinness World Records orang bersertifikat Bhut Jolokia sebagai lada dunia terpanas di tahun 2007, peringkat beberapa kultivar di 1.000.000 unit Scoville membakar! Sekarang yang panas ... kentang goreng dengan itu?
Tidak ada yang menganggap Burger King Jepang akan layering irisan paprika Roh Cabe ke whoppers mereka datang tanggal 23 Juli. Sebaliknya, kemungkinan bahwa beberapa jumlah tidak tertentu Bhut Jolokia ekstrak akan dituangkan ke dalam saus yang, sementara pasti pedas, tidak akan mengirimkan pengunjung ke kejang-kejang atau menyebabkan mereka secara spontan membakar.
Semua BK-J akan mengatakan untuk saat ini adalah bahwa Whopper Crazy akan 30 kali spicier dari Whopper Marah. Dapatkan 570 Anda yen (sekitar $ 6,35) yang siap dan membawa BANYAK air. (Melalui Jepang Hari ini, JPABC.net dan Cafe Chokoball)
Sumber: Steve Levenstein-inventorspot.com
Lihat Juga:
Dim Sum
Sushi
Apa yang begitu gila tentang Whopper Crazy? Para paprika adalah titik. The Whopper Marah mendapatkan panas dari cabai paprika hijau jalapeno yang nilai sekitar 5.000 pada skala Scoville. Kedengarannya cukup tinggi tapi begitu's skala: Capsaicin murni skor 15-16000000.
Habanero paprika rate sampai 500.000 dan topping daftar paprika dibudidayakan adalah India Bhut Jolokia, Ghost Chili ditakuti. The Guinness World Records orang bersertifikat Bhut Jolokia sebagai lada dunia terpanas di tahun 2007, peringkat beberapa kultivar di 1.000.000 unit Scoville membakar! Sekarang yang panas ... kentang goreng dengan itu?
Tidak ada yang menganggap Burger King Jepang akan layering irisan paprika Roh Cabe ke whoppers mereka datang tanggal 23 Juli. Sebaliknya, kemungkinan bahwa beberapa jumlah tidak tertentu Bhut Jolokia ekstrak akan dituangkan ke dalam saus yang, sementara pasti pedas, tidak akan mengirimkan pengunjung ke kejang-kejang atau menyebabkan mereka secara spontan membakar.
Semua BK-J akan mengatakan untuk saat ini adalah bahwa Whopper Crazy akan 30 kali spicier dari Whopper Marah. Dapatkan 570 Anda yen (sekitar $ 6,35) yang siap dan membawa BANYAK air. (Melalui Jepang Hari ini, JPABC.net dan Cafe Chokoball)
Sumber: Steve Levenstein-inventorspot.com
Lihat Juga:
Dim Sum
Sushi
Senin, 29 November 2010
Kelezatan Sate Kambing Jantan
Selalu ada banyak alasan untuk kangen dengan hidangan Sate kambing jantan jalan Kedung Doro Surabaya. Tapi kok namanya sate kambing jantan ? apa gak cukup dengan sate kambing aja ? hehehe namanya juga tukang tembak kata kunci, jadi sayang kalau postingan gak berbau keyword populer. Ok deh lanjut seputar sate kambing jantan yang terkenal di jalan Kedung Doro Surabaya.
Depot ini ramai diserbu para penikmat sate kambing karena kualitas daging sate yang mamang sangat baik. Murni daging yang tidak bercampur dengan lemak. Karena itu tidak heran jika dari awal buka hingga tutup jam 02.00 depot ini selalu saja ramai pengunjung dan rata-rata yang datang membawa mobil pribadi. Memang ada sisi negatif dengan ramainya pengunjung didepot itu jika banyak mobil yang berdatangan karena memang wilayah Kedung Doro tidak menyediakan parkir khusus untuk itu namanya juga warung pinggir jalan.
Harga yang dipatok pun bisa terjangkau semua kalangan. Per 10 tusuk sate cukup mengeluarkan uang 15 rb. Jadi untuk sekedar makan rutin tiap awal bulan pas gajian tiba masih sangat mungkin untuk dilakukan. Sate Kambing jantan Kedung Doro memang sudah terkenal sejak lama. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota pada akhir pekan hanya khusus sekedar mencicipi resep masakan sate kambing jantan di kedung doro. Namun ada 'gangguan kecil' yang masih saja terus hadir atau sudah menjadi trade mark bahwa kita harus banyak menyediakan uang recehan untuk pengamen-pengamen yang banyak sekali berdatangan disela-sela kita menikmati kelezatan sate kambing jantan. Sebagai gambaran, dalam waktu 1/2 jam mungkin ada sekitar 5-10 pengamen yang datang dan pergi menyapa kita dengan suara dan alat musik apa adanya.
Namun itulah gambaran wajah kota Surabaya dimalam hari khususnya dijalan Kedung Doro. Toh para pengamen juga manusia yang butuh untuk makan dan diperhatikan. BTW untuk anda yang ingin menikmati kelezatan sate kambing jantan atau sedang ber wisata ke Surabaya, maka depot sate kambing Kedung Doro bisa menjadi referensi resep masakan yang ok punya.
Sumber : topikremaja
Lihat juga:
Burger King
Wine
Depot ini ramai diserbu para penikmat sate kambing karena kualitas daging sate yang mamang sangat baik. Murni daging yang tidak bercampur dengan lemak. Karena itu tidak heran jika dari awal buka hingga tutup jam 02.00 depot ini selalu saja ramai pengunjung dan rata-rata yang datang membawa mobil pribadi. Memang ada sisi negatif dengan ramainya pengunjung didepot itu jika banyak mobil yang berdatangan karena memang wilayah Kedung Doro tidak menyediakan parkir khusus untuk itu namanya juga warung pinggir jalan.
Harga yang dipatok pun bisa terjangkau semua kalangan. Per 10 tusuk sate cukup mengeluarkan uang 15 rb. Jadi untuk sekedar makan rutin tiap awal bulan pas gajian tiba masih sangat mungkin untuk dilakukan. Sate Kambing jantan Kedung Doro memang sudah terkenal sejak lama. Banyak pengunjung yang datang dari luar kota pada akhir pekan hanya khusus sekedar mencicipi resep masakan sate kambing jantan di kedung doro. Namun ada 'gangguan kecil' yang masih saja terus hadir atau sudah menjadi trade mark bahwa kita harus banyak menyediakan uang recehan untuk pengamen-pengamen yang banyak sekali berdatangan disela-sela kita menikmati kelezatan sate kambing jantan. Sebagai gambaran, dalam waktu 1/2 jam mungkin ada sekitar 5-10 pengamen yang datang dan pergi menyapa kita dengan suara dan alat musik apa adanya.
Namun itulah gambaran wajah kota Surabaya dimalam hari khususnya dijalan Kedung Doro. Toh para pengamen juga manusia yang butuh untuk makan dan diperhatikan. BTW untuk anda yang ingin menikmati kelezatan sate kambing jantan atau sedang ber wisata ke Surabaya, maka depot sate kambing Kedung Doro bisa menjadi referensi resep masakan yang ok punya.
Sumber : topikremaja
Lihat juga:
Burger King
Wine
Minggu, 28 November 2010
Usaha Sate
Terdapat aneka ragam Sate dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain sate ayam dan sate kambing. Sate ayam dan sate kambing dapat dinikmati dengan dua jenis bumbu, yaitu bumbu kacang dan bumbu kecap.
Sate ayam dan sate kambing biasanya dijual bersama sup atau gulai kambing, yang dibuat dengan menggunakan campuran tulang dan daging kambing yang tidak dijadikan sate.
Daging kambing yang digunakan untuk sate biasanya bagian paha karena bagian lebih empuk sehingga lebih enak. Pengolahan daging kambing harus hati-hati agar sate tidak keras. Sebelum dipanggang, daging kambing sebaiknya dibungkus menggunakan daun pepaya agar lebih lunak. Daging kambing muda juga lebih lunak dibandingkan dengan daging kambing tua. Kisaran umur kambing muda yang bagus untuk sate kambing adalah 3-5 bulan.
Pedagang sate dapat berjualan di pinggir jalan raya di dekat pasar, perkantoran, perumahan, atau daerah sekitar kampus. Biasanya antar pedagang sate memiliki aturan bahwa untuk wilayah tertentu hanya ada satu pedagang. Jadi, perhatikan daerah sekitar lokasi sebelum memutuskan berjualan di suatu tempat agar tidak saling merugikan.
Perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan usaha sate antara lain gerobak, tenda, meja, kursi, panggangan sate, pisau, dan kipas bambu. Perlengkapan makan berupa piring, gelas, mangkuk (jika menjual sup atau gulai kambing), sendok, dan garpu.
Tenda bisa dibuat berukuran kecil atau sedang tergantung ukuran tempat dan tingkat keramaian pengunjung. Meja kayu dapat dibuat 1-2 buah dengan kursi 6-10 buah.
Pemilik usaha dapat turun tangan sendiri atau mempekerjakan karyawan. Karyawan bertugas melayani pesanan pembeli atau membakar sate. Karyawan sebaiknya dilatih terlebih dahulu cara membakar sate agar mengetahui tingkat kematangan daging secara tepat.
Promosi dapat dilakukan dengan membuat spanduk bertuliskan jenis usaha yang dipasang mengelilingi tenda atau gerobak. Spanduk dapat dilengkapi gambar atau foto sate yang menarik sehingga dapat mendatangkan pengunjung. Promosi lanjutan dapat dilakukan dengan membuat brosur, terutama jika melayani pesan antar (delivery order), melayani pesanan sate dan kambing guling untuk akikah, pernikahan, dan ulang tahun.
Harga satu porsi sate kambing Rp 10.000,- s/d Rp 12.000,-. Satu porsi biasanya berisi 10 tusuk. Harga satu porsi sate ayam lebih murah, yaitu Rp 8.000,- s/d Rp 10.000,- berisi 10 tusuk. Harga tersebut belum termasuk lontong atau nasi. Harga lontong dan nasi sekitar Rp 2.000,- per porsi. Sementara harga sup atau gulai kambing sekitar Rp 7.000,- per porsi.
Resiko usaha sate antara lain banyaknya penjual makanan sejenis. Kualitas dan harga yang ditawarkan antar pedagang sangat bervariasi sehingga pemain baru harus bisa mencari celah agar dapat bersaing.
Beberapa tip dan trik usaha sate :
1. Menjaga kualitas dan rasa dengan cara antara lain bumbunya yang lezat dan dagingnya yang empuk (untuk sate kambing). Sate kambing yang empuk secara tidak langsung dapat memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak hingga orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.
2. Lokasi yang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat usaha sate. Pangsa pasar makanan ini bisa dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal bagi sebagian orang. Lokasi dekat perkantoran, perumahan, pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.
3. Menjalin kerjasama dengan supplier juga sangat penting. Pada saat tertentu misalnya hari besar agama, harga daging kambing meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan rumah potong hewan atau peternak kambing akan meminimalisir resiko kekurangan bahan baku atau kenaikan harga yang terlalu tinggi.
Sumber : www.squidoo.com
Lihat juga:
Steak
Burger King
Sate ayam dan sate kambing biasanya dijual bersama sup atau gulai kambing, yang dibuat dengan menggunakan campuran tulang dan daging kambing yang tidak dijadikan sate.
Daging kambing yang digunakan untuk sate biasanya bagian paha karena bagian lebih empuk sehingga lebih enak. Pengolahan daging kambing harus hati-hati agar sate tidak keras. Sebelum dipanggang, daging kambing sebaiknya dibungkus menggunakan daun pepaya agar lebih lunak. Daging kambing muda juga lebih lunak dibandingkan dengan daging kambing tua. Kisaran umur kambing muda yang bagus untuk sate kambing adalah 3-5 bulan.
Pedagang sate dapat berjualan di pinggir jalan raya di dekat pasar, perkantoran, perumahan, atau daerah sekitar kampus. Biasanya antar pedagang sate memiliki aturan bahwa untuk wilayah tertentu hanya ada satu pedagang. Jadi, perhatikan daerah sekitar lokasi sebelum memutuskan berjualan di suatu tempat agar tidak saling merugikan.
Perlengkapan yang diperlukan untuk menjalankan usaha sate antara lain gerobak, tenda, meja, kursi, panggangan sate, pisau, dan kipas bambu. Perlengkapan makan berupa piring, gelas, mangkuk (jika menjual sup atau gulai kambing), sendok, dan garpu.
Tenda bisa dibuat berukuran kecil atau sedang tergantung ukuran tempat dan tingkat keramaian pengunjung. Meja kayu dapat dibuat 1-2 buah dengan kursi 6-10 buah.
Pemilik usaha dapat turun tangan sendiri atau mempekerjakan karyawan. Karyawan bertugas melayani pesanan pembeli atau membakar sate. Karyawan sebaiknya dilatih terlebih dahulu cara membakar sate agar mengetahui tingkat kematangan daging secara tepat.
Promosi dapat dilakukan dengan membuat spanduk bertuliskan jenis usaha yang dipasang mengelilingi tenda atau gerobak. Spanduk dapat dilengkapi gambar atau foto sate yang menarik sehingga dapat mendatangkan pengunjung. Promosi lanjutan dapat dilakukan dengan membuat brosur, terutama jika melayani pesan antar (delivery order), melayani pesanan sate dan kambing guling untuk akikah, pernikahan, dan ulang tahun.
Harga satu porsi sate kambing Rp 10.000,- s/d Rp 12.000,-. Satu porsi biasanya berisi 10 tusuk. Harga satu porsi sate ayam lebih murah, yaitu Rp 8.000,- s/d Rp 10.000,- berisi 10 tusuk. Harga tersebut belum termasuk lontong atau nasi. Harga lontong dan nasi sekitar Rp 2.000,- per porsi. Sementara harga sup atau gulai kambing sekitar Rp 7.000,- per porsi.
Resiko usaha sate antara lain banyaknya penjual makanan sejenis. Kualitas dan harga yang ditawarkan antar pedagang sangat bervariasi sehingga pemain baru harus bisa mencari celah agar dapat bersaing.
Beberapa tip dan trik usaha sate :
1. Menjaga kualitas dan rasa dengan cara antara lain bumbunya yang lezat dan dagingnya yang empuk (untuk sate kambing). Sate kambing yang empuk secara tidak langsung dapat memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak hingga orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.
2. Lokasi yang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat usaha sate. Pangsa pasar makanan ini bisa dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal bagi sebagian orang. Lokasi dekat perkantoran, perumahan, pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.
3. Menjalin kerjasama dengan supplier juga sangat penting. Pada saat tertentu misalnya hari besar agama, harga daging kambing meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan rumah potong hewan atau peternak kambing akan meminimalisir resiko kekurangan bahan baku atau kenaikan harga yang terlalu tinggi.
Sumber : www.squidoo.com
Lihat juga:
Steak
Burger King
Kamis, 25 November 2010
Enaknya Makan di Burger King
Bagaimana cara makan yang sehat di Burger King? Jika Anda di jalan dan terdesak waktu, Anda mungkin tergoda untuk meniup diet sehat Anda dengan memesan burger dekaden dengan semua bahan-bahan perlengkapan di sebuah restoran fast food seperti Burger King. Jika Anda kelaparan dan perlu menggigit cepat untuk makan, pergi ke depan dan tarik ke tempat parkir Burger King. Dengan sedikit perencanaan anda bisa makan sehat di Burger King Restaurant. Berikut adalah cara makan yang sehat di Burger King.
Petunjuk
1. Setelah Anda memasukkan restoran, Anda akan ingin menghindari menggoda oleh bau yang berlebihan dari kentang goreng yang baru saja dibuat. Jika Anda ingin menghindari rasa bersalah dan suku arteri Anda pada saat yang sama, tinggal jauh dari ini serta Whopper ganda dengan keju yang jam dalam dengan jumlah kalori sekitar 1.070 bersama dengan 70 gram lemak kekalahan. Ini hampir cara yang pasti untuk meniup maksud baik Anda makan sehat. The Whopper asli dengan keju tidak jauh lebih baik dalam 800 kalori dan 50 gram lemak.
2. Jika anda melihat sedikit lebih bawah menu, Anda akan melihat beberapa sehat Burger King pilihan yang tidak akan pukulan hari senilai kalori. Salah satu pilihan akan memerintahkan Junior Whopper tanpa mayones yang hanya akan menempatkan Anda kembali sedikit lebih dari 300 kalori dan 13 cukup masuk akal gram lemak. Ini mengasumsikan bahwa Anda menolak godaan untuk memesan kentang goreng yang baru saja dibuat. Untuk mengganti mayones dan memberikan Junior Whopper Anda beberapa bumbu tambahan, minta tambahan atau saus mustard di Junior Whopper Anda.
3. Pilihan lain yang sehat yang sempurna untuk vegetarian di Anda adalah BK Veggie Burger. Muncul dengan mayones lemak berkurang dan memiliki 340 kalori dan 10 gram lemak yang merupakan alternatif yang masuk akal untuk burger daging kalori tinggi berbasis untuk makan siang cepat. Pilihan makan sehat dari semua di Burger King mungkin sandwich Api-Ayam Panggang dengan dressing bebas lemak yang hanya akan membuat Anda kembali 240 kalori belaka dan memberikan sekitar 22 gram meningkatkan metabolisme protein. Yang satu ini adalah pemenang meskipun mungkin tidak tersedia di semua lokasi.
4. Jika Anda ingin makan sehat di Burger King, menunda minuman ringan yang sarat gula dan memilih untuk minum es teh dengan sedikit pemanis tanpa kalori. Jangan ragu untuk menambahkan salad ke salah satu pilihan sehat. Hanya pastikan untuk mengatakan jauh dari perban sarat kalori.
5. Setelah Anda meninggalkan restoran, Anda bisa memberi selamat diri Anda untuk memilih pilihan makan yang sehat di Burger King. Ini meyakinkan untuk mengetahui bahwa restoran fast food masih merupakan pilihan bahkan jika Anda berkomitmen untuk makan sehat.
Sumber : Kristie Leong M.D - ehow.com
Lihat juga:
Soto
Sour Sally
Petunjuk
1. Setelah Anda memasukkan restoran, Anda akan ingin menghindari menggoda oleh bau yang berlebihan dari kentang goreng yang baru saja dibuat. Jika Anda ingin menghindari rasa bersalah dan suku arteri Anda pada saat yang sama, tinggal jauh dari ini serta Whopper ganda dengan keju yang jam dalam dengan jumlah kalori sekitar 1.070 bersama dengan 70 gram lemak kekalahan. Ini hampir cara yang pasti untuk meniup maksud baik Anda makan sehat. The Whopper asli dengan keju tidak jauh lebih baik dalam 800 kalori dan 50 gram lemak.
2. Jika anda melihat sedikit lebih bawah menu, Anda akan melihat beberapa sehat Burger King pilihan yang tidak akan pukulan hari senilai kalori. Salah satu pilihan akan memerintahkan Junior Whopper tanpa mayones yang hanya akan menempatkan Anda kembali sedikit lebih dari 300 kalori dan 13 cukup masuk akal gram lemak. Ini mengasumsikan bahwa Anda menolak godaan untuk memesan kentang goreng yang baru saja dibuat. Untuk mengganti mayones dan memberikan Junior Whopper Anda beberapa bumbu tambahan, minta tambahan atau saus mustard di Junior Whopper Anda.
3. Pilihan lain yang sehat yang sempurna untuk vegetarian di Anda adalah BK Veggie Burger. Muncul dengan mayones lemak berkurang dan memiliki 340 kalori dan 10 gram lemak yang merupakan alternatif yang masuk akal untuk burger daging kalori tinggi berbasis untuk makan siang cepat. Pilihan makan sehat dari semua di Burger King mungkin sandwich Api-Ayam Panggang dengan dressing bebas lemak yang hanya akan membuat Anda kembali 240 kalori belaka dan memberikan sekitar 22 gram meningkatkan metabolisme protein. Yang satu ini adalah pemenang meskipun mungkin tidak tersedia di semua lokasi.
4. Jika Anda ingin makan sehat di Burger King, menunda minuman ringan yang sarat gula dan memilih untuk minum es teh dengan sedikit pemanis tanpa kalori. Jangan ragu untuk menambahkan salad ke salah satu pilihan sehat. Hanya pastikan untuk mengatakan jauh dari perban sarat kalori.
5. Setelah Anda meninggalkan restoran, Anda bisa memberi selamat diri Anda untuk memilih pilihan makan yang sehat di Burger King. Ini meyakinkan untuk mengetahui bahwa restoran fast food masih merupakan pilihan bahkan jika Anda berkomitmen untuk makan sehat.
Sumber : Kristie Leong M.D - ehow.com
Lihat juga:
Soto
Sour Sally
Rabu, 24 November 2010
Sate Tempe
Siapa aja pasti suka sama yang namanya Sate, tapi kalau sate Tempe bumbu Rujak ? Bahan tempe yang terbuat dari kedelai yang menyehatkan dan yang pasti anda yang memiliki teman vegetarian akan menyukainya. mmmm… Penasaran bagaimana rasanya ? Yuk di coba...
sate tempe bumbu rujak
Sate tempe bumbu rujak
Bahan :
- Tempe 500gr
- Minyak goreng 3sdm
- Serai 2 batang, memarkan
- Daun salam 2lembar
- Santan 400ml
- Tusuk sate secukupnya
Bumbu Halus :
- Cabai merah 8 buah
- Bawang merah 6 butir
- Bawang putih 2 siung
- Lengkuas 2cm
- Gula pasir 1 sdt
- Garam 1 sdt
- Asam jawa 1/2 sdt
- Kemiri 3 butir
Cara membuat :
1. Kukus tempe, potong dadu ukuran 3×3 cm, sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam dan serai, tumis hingga matang.
3. Masukkan potongan tempe kukus, aduk hingga tercampur.
4. Tuang santan, masak di atas api kecil hingga bumbu meresap dan kuah menyusut. Angkat dan dinginkan.
5. Tusukkan 2-3 potong tempe ke tusuk sate, panggang hingga kedua sisinya matang dan kering. Angkat
6. Sajikan.
Untuk 15 tusuk
Sumber :najwacute - bumbudapur.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
sate tempe bumbu rujak
Sate tempe bumbu rujak
Bahan :
- Tempe 500gr
- Minyak goreng 3sdm
- Serai 2 batang, memarkan
- Daun salam 2lembar
- Santan 400ml
- Tusuk sate secukupnya
Bumbu Halus :
- Cabai merah 8 buah
- Bawang merah 6 butir
- Bawang putih 2 siung
- Lengkuas 2cm
- Gula pasir 1 sdt
- Garam 1 sdt
- Asam jawa 1/2 sdt
- Kemiri 3 butir
Cara membuat :
1. Kukus tempe, potong dadu ukuran 3×3 cm, sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun salam dan serai, tumis hingga matang.
3. Masukkan potongan tempe kukus, aduk hingga tercampur.
4. Tuang santan, masak di atas api kecil hingga bumbu meresap dan kuah menyusut. Angkat dan dinginkan.
5. Tusukkan 2-3 potong tempe ke tusuk sate, panggang hingga kedua sisinya matang dan kering. Angkat
6. Sajikan.
Untuk 15 tusuk
Sumber :najwacute - bumbudapur.com
Lihat juga:
Sour Sally
Burger King
Senin, 22 November 2010
Enjoy Sate Mushroom
Sate mushrooms, culinary one may still alien to the community. But the Sate mushrooms has become a new favorite menu in the city of Banyuwangi. Food stalls that provide this menu is located Warung Ibu Tina Jl. Crab Feast Banyuwangi. Location Agustini's food stall, (49) Environment Stendo residents, village carpenter is in the old office of the National Awakening Party (PKB).
For those of you who have never enjoyed a mushroom Sate, Sate you will think that you eat is chicken Sate. Because it is similar to the delicious chicken Sate. Yet the typical mushroom flavor is tasty and slightly chewy still can be felt.
Coupled with nut on satenya add pleasure sate seasoning mushrooms. "Of course there is the secret ingredient in artificial sate me," I Agustini are in the know with Tina a call on Monday (7/26/2010).
To enjoy the delights of this mushroom Sate we do not need to spend big money. Only Rp 10 thousand, 10 sticks of Sate mushroom delicacy is we can enjoy. If you want to eat it with rice or rice cake we just need to add money Rp 2 thousand only. Tina mushroom Sate stall is open from 10.00 am in the morning until around 21:00 pm.
Every day, at least Tina spent 7 kg oyster mushrooms as raw material. The number continues to grow, according to him along with increased interest in Sate mushrooms. According to Tina, each kg of an average oyster mushrooms can be made into 60 mushroom skewers.
Sate mushrooms, in addition to savory is also low in cholesterol. So for those who have a cholesterol problem should not be afraid to eat Sate on this one. Sate jamu also become food for the vegetarian alternative. Not a few who choose the vegetarian Sate skewers mushrooms as a food substitute.
"Usually when I want to eat vegetarian special Sate I had to go to Bali, not anymore," said Wiriyanto, a vegetarian Sate mushroom lovers.
Source: jurnalbesuki.com - jae/mm/jb2
See also:
Soto
Burger King
For those of you who have never enjoyed a mushroom Sate, Sate you will think that you eat is chicken Sate. Because it is similar to the delicious chicken Sate. Yet the typical mushroom flavor is tasty and slightly chewy still can be felt.
Coupled with nut on satenya add pleasure sate seasoning mushrooms. "Of course there is the secret ingredient in artificial sate me," I Agustini are in the know with Tina a call on Monday (7/26/2010).
To enjoy the delights of this mushroom Sate we do not need to spend big money. Only Rp 10 thousand, 10 sticks of Sate mushroom delicacy is we can enjoy. If you want to eat it with rice or rice cake we just need to add money Rp 2 thousand only. Tina mushroom Sate stall is open from 10.00 am in the morning until around 21:00 pm.
Every day, at least Tina spent 7 kg oyster mushrooms as raw material. The number continues to grow, according to him along with increased interest in Sate mushrooms. According to Tina, each kg of an average oyster mushrooms can be made into 60 mushroom skewers.
Sate mushrooms, in addition to savory is also low in cholesterol. So for those who have a cholesterol problem should not be afraid to eat Sate on this one. Sate jamu also become food for the vegetarian alternative. Not a few who choose the vegetarian Sate skewers mushrooms as a food substitute.
"Usually when I want to eat vegetarian special Sate I had to go to Bali, not anymore," said Wiriyanto, a vegetarian Sate mushroom lovers.
Source: jurnalbesuki.com - jae/mm/jb2
See also:
Soto
Burger King
Minggu, 21 November 2010
Sally in The Closet?
Bertempat di Grand Indonesia, Jumat (5/2), Donny Pramono Ie , President Director Sour Sally Fro-Yo meluncurkan produk Sally In The Closet, konsep fashion dan apparel dengan gaya khas Sally dalam acara Sour Sally Just Wanna Have Fun!
“Sour Sally sudah memperkenalkan kudapan sehat ini menjadi gaya hidup di Indonesia, saya yakin dengan gaya hidup yang sehat tentu akan menghasilkan penampilan yang ideal. Lalu, terpikir agar Sour Sally juga bisa melengkapi penampilan para penggemarnya, ” jelas Donny. Perancang berbakat, Diana Lee digandeng Sour Sally untuk merancang busana Sally In The Closet
Berbarengan dengan peluncuran ini, Sour Sally juga memperkenalkan jasa Sally On The Go, yang memungkinkan Sour Sally hadir di manapun bagi penggemarnya. Cheese cake berpadu kesegaran yogurt yaitu Sour Sally Cheerz Bite juga menambah jajaran produk baru. Tak kalah menarik, ada juga aplikasi Sour Sally bagi pengguna BlackBerry.
Sumber : Astrid - TabloidNova.com
Lihat juga :
Ice cream
Burger King
“Sour Sally sudah memperkenalkan kudapan sehat ini menjadi gaya hidup di Indonesia, saya yakin dengan gaya hidup yang sehat tentu akan menghasilkan penampilan yang ideal. Lalu, terpikir agar Sour Sally juga bisa melengkapi penampilan para penggemarnya, ” jelas Donny. Perancang berbakat, Diana Lee digandeng Sour Sally untuk merancang busana Sally In The Closet
Berbarengan dengan peluncuran ini, Sour Sally juga memperkenalkan jasa Sally On The Go, yang memungkinkan Sour Sally hadir di manapun bagi penggemarnya. Cheese cake berpadu kesegaran yogurt yaitu Sour Sally Cheerz Bite juga menambah jajaran produk baru. Tak kalah menarik, ada juga aplikasi Sour Sally bagi pengguna BlackBerry.
Sumber : Astrid - TabloidNova.com
Lihat juga :
Ice cream
Burger King
Senin, 15 November 2010
Dim Sum as snack food
Dim Sum, a wonderfully tasty Chinese tradition goes as far back as the ancient Silk Road. In those days, dim sum was associated with another tradition called yum cha, or a tea tasting. Yum cha came about when weary travelers atop camels needed a place to rest and replenish themselves. Because of this, many teahouses were soon established all along various roadsides. Yum cha originally did not come with food, because it was believed that tea combined with food would cause disproportionate weight gain. However, when tea was later discovered to actually help with digestion problems, teahouses began to add many different types of snacks for people who stopped by. Although dim sum originally started off as snack food, it quickly popularized and became a unique, and most often times loud experience.
The actual emergence of dim sum as a culinary feat originated in southern China with the Cantonese. In China, dim sum can be served as early as six in the morning, and many people wake up this early to be first in line to try the tasty treats that they offer. Dim sum restaurants usually close by mid afternoon and do not reopen for dinner, as was the tradition many, many years ago. The style of dim sum restaurants is very unique because instead of one waiter taking our order, many waiters push carts with various dim sum items around the restaurant, and you pick and choose from these carts.
Salty and savory snacks like shu mai, dumplings of every flavor imaginable, and cha siu bao are offered. Shu mai (literally "cook and sell dumplings") can be vegetarian or made with meat, and they are wrapped with gyoza wrappers and steamed. Dumplings come in pork, shrimp, crab, and vegetable flavors, and are either made with a thick, rice flour dumpling wrapper or a translucent wheat starch wrapper.
These translucent dumpling wrappers are very difficult to cook precisely, but their flavor along with the dumpling filling is quite satisfying. Cha siu bao are buns with cha siu pork, a sweet and salty barbecued pork cooked into them. For dessert, you can indulge in egg custard tarts, a creamy and delicious treat, mango pudding, sesame seed balls, or red bean paste buns. An exceptionally delicious Chinese dessert is the dou fu hua, which is a soft tofu served in a sweetened ginger flavored soup. For the more adventurous, a dish called "Phoenix Talons" is also served at dim sum restaurants. These are in actuality chicken feet. They are deep-fried, boiled, and sometimes marinated with black bean sauce. They are very tender, and many people enjoy them once they get over the initial shock factor of the chicken feet.
This Asian delicacy has spread across the Atlantic and Pacific Oceans and is now available in various countries throughout the world. It is an especially popular type of food in America, where Americans can get a taste of the delicacies and oddities of the Chinese cuisine. Just remember to get to a restaurant early, because they get busy fast! (Charles bloom - article alley)
See also :
Burger King
Sour Sally
The actual emergence of dim sum as a culinary feat originated in southern China with the Cantonese. In China, dim sum can be served as early as six in the morning, and many people wake up this early to be first in line to try the tasty treats that they offer. Dim sum restaurants usually close by mid afternoon and do not reopen for dinner, as was the tradition many, many years ago. The style of dim sum restaurants is very unique because instead of one waiter taking our order, many waiters push carts with various dim sum items around the restaurant, and you pick and choose from these carts.
Salty and savory snacks like shu mai, dumplings of every flavor imaginable, and cha siu bao are offered. Shu mai (literally "cook and sell dumplings") can be vegetarian or made with meat, and they are wrapped with gyoza wrappers and steamed. Dumplings come in pork, shrimp, crab, and vegetable flavors, and are either made with a thick, rice flour dumpling wrapper or a translucent wheat starch wrapper.
These translucent dumpling wrappers are very difficult to cook precisely, but their flavor along with the dumpling filling is quite satisfying. Cha siu bao are buns with cha siu pork, a sweet and salty barbecued pork cooked into them. For dessert, you can indulge in egg custard tarts, a creamy and delicious treat, mango pudding, sesame seed balls, or red bean paste buns. An exceptionally delicious Chinese dessert is the dou fu hua, which is a soft tofu served in a sweetened ginger flavored soup. For the more adventurous, a dish called "Phoenix Talons" is also served at dim sum restaurants. These are in actuality chicken feet. They are deep-fried, boiled, and sometimes marinated with black bean sauce. They are very tender, and many people enjoy them once they get over the initial shock factor of the chicken feet.
This Asian delicacy has spread across the Atlantic and Pacific Oceans and is now available in various countries throughout the world. It is an especially popular type of food in America, where Americans can get a taste of the delicacies and oddities of the Chinese cuisine. Just remember to get to a restaurant early, because they get busy fast! (Charles bloom - article alley)
See also :
Burger King
Sour Sally
Minggu, 14 November 2010
Arti dibalik Logo Burger King
Burger King bentuk salah satu rantai makanan terkemuka di seluruh dunia. Logo Burger King memulai debutnya pada tahun 1967, dan masih hampir apa yang digunakan untuk melihat seperti sebelumnya. Itu dimulai basisnya di Amerika Serikat sebagai Insta Burger King oleh James McLamore dan David Edgerton. Logo Burger King memiliki penampilan yang melingkar dengan sedikit memiringkan font, ditambah digabungkan dengan warna-warna cerah. Desain logo terdiri dari bagian bun dengan font di tengah. Perjalanan dari logo Burger King tetap halus di seluruh. Logo awal adalah dengan roti oker warna dengan disiram biru kusam yang berubah menjadi biru terang dan akhirnya ke yang membosankan lagi. Logo Burger King terakhir hampir melingkar dengan font burgundy.
Elemen Desain Logo Burger King:
Logo Burger King mengilustrasikan gambaran menggoda dan berbuih dari rantai makanan cepat saji, cocok untuk budaya makanan cepat saji di kalangan pemuda. Warna-warna hidup yang digunakan cukup menarik untuk menarik orang.
Bentuk logo Burger King:
Logo burger King datang sebagai sebuah lingkaran miring dengan belahan sanggul di kedua sisi logo dan font yang muncul di tengah, bersama dengan pusaran menggarisbawahi rancangan lengkap. Ini benar-benar mencerminkan sifat dinamis dari rantai makanan.
Warna logo Burger King:
Ketiga warna yang digunakan di logo Burger King berwarna merah, kuning dan biru. Keindahan dari tiga warna primer bentuk motif yang eye-catching cukup untuk menarik semua kelompok umur dengan kasih yang pernah hijau untuk makanan cepat saji.
Font logo Burger King:
Font dari logo Burger King adalah salah satu yang sederhana sekalipun. Berwarna merah, topi-terkunci digabungkan dengan bentuk, logo sangat menonjol serta menarik. Ukuran font dari 'raja' adalah sedikit lebih besar dari 'burger' itu, memuji desain di hampir semua cara.
Logo Burger King, selain menjadi tengara dalam pengakuan rantai makanan cepat saji, juga merupakan salah satu dari beberapa logo yang mampu mempertahankan keseragaman mereka cukup luas dengan berlalunya waktu. Desain, sederhana namun populer adalah diakui di seluruh di antara semua kelompok usia dan juga menjaga kualitas dan reputasi dari rantai makanan. (Famous Logos)
See also :
Sushi
Steak
Elemen Desain Logo Burger King:
Logo Burger King mengilustrasikan gambaran menggoda dan berbuih dari rantai makanan cepat saji, cocok untuk budaya makanan cepat saji di kalangan pemuda. Warna-warna hidup yang digunakan cukup menarik untuk menarik orang.
Bentuk logo Burger King:
Logo burger King datang sebagai sebuah lingkaran miring dengan belahan sanggul di kedua sisi logo dan font yang muncul di tengah, bersama dengan pusaran menggarisbawahi rancangan lengkap. Ini benar-benar mencerminkan sifat dinamis dari rantai makanan.
Warna logo Burger King:
Ketiga warna yang digunakan di logo Burger King berwarna merah, kuning dan biru. Keindahan dari tiga warna primer bentuk motif yang eye-catching cukup untuk menarik semua kelompok umur dengan kasih yang pernah hijau untuk makanan cepat saji.
Font logo Burger King:
Font dari logo Burger King adalah salah satu yang sederhana sekalipun. Berwarna merah, topi-terkunci digabungkan dengan bentuk, logo sangat menonjol serta menarik. Ukuran font dari 'raja' adalah sedikit lebih besar dari 'burger' itu, memuji desain di hampir semua cara.
Logo Burger King, selain menjadi tengara dalam pengakuan rantai makanan cepat saji, juga merupakan salah satu dari beberapa logo yang mampu mempertahankan keseragaman mereka cukup luas dengan berlalunya waktu. Desain, sederhana namun populer adalah diakui di seluruh di antara semua kelompok usia dan juga menjaga kualitas dan reputasi dari rantai makanan. (Famous Logos)
See also :
Sushi
Steak
Jumat, 12 November 2010
Enjoying Soto Ojolali
Ever enjoy Soto Bandung? Never say never. Food berkuah mix beef cut into small pieces, sliced radishes, a sprinkling of fried soybean, with a sprinkling of basil sauce nodes plus one special food that inspires a sense of Bandung.
Kuah nodes, that is one characteristic that is owned soto Bandung. While other soup using coconut milk for the gravy sotonya, not so with soto Bandung. Use horseradish as one of the mixed material will not be found in other regions soup menu.
If you read one section in the book by Haryoto Kunto, Face Bandung Bandung Tempoe Doeloe about the culinary, food, this one is a part. Navigate the streets of Jl Cibadak, which is located east of the plaza the city of Bandung, Soto Ojolali established in the 1940s as one conservationist Bandung specialties, soto Bandung. Although the name takes Java language, ojolali (do not forget), does not mean losing a sense of "Bandungnya '.
Soto Karta Endi, that the name originally. According to Soto Ojolali fourth-generation manager, Agus Ward, a name taken from the name of Karta Endi Soto Ojolali first generation of Karta and Endi. I do not know since when, or how its history, the name attached Ojolali Soto. "Some say that the name is derived from our customers," said Agus.
Peddled by traveling around Pasirkaliki, Station, New Market, until at Cibadak. Still in the 40s, Soto Ojolali no longer sold with a round, but in a small tent in later years turned into a restaurant building. In building this restaurant could be seen a portrait of two people who started the business Soto Ojolali the Karta and Endi.
Now, Soto Ojolali already spread across seven locations in the city of Bandung. With the center is still in Jl Cibadak No. 79, soto Bandung fans can find Ojolali Soto Bandung Trade Center, Jl Dr Djunjunan, Jl Ranchi highway, Kopo Square, Metro Trade Center, Yogya Yogya Kepatihan and BIP.
A serving of Soto Ojolali can be obtained at a price of Rp 16 thousand. If you want a half portion can only be found in the center Soto Ojolali namely Jl Cibadak a price of Rp 11,500. In Jl Cibadak, Soto Ojolali already open from pkl 06.00 WIB. This is the most crowded places visited Soto Ojolali fans throughout the day.
Talking about soto Bandung, not only the pleasure sense, any composition of the health side soto Bandung has a lot of nutritional value. Radish for example, plants from this bamboo curtain country contains many beneficial substances such as flavonoids and polyphenols, known as antioxidants. Also contains vitamins A, B1, B2, niacin, calcium, phosphorus, iron and oxalic acid and others. Benefits, for flatulence, dysentery, constipation, cough, overcome influenza, high blood pressure, heart disease, pulmonary tuberculosis and asthma, radishes can prevent cancer, kidney stones and leather puree others.
So also with soy, nuts on this one familiar. Soybeans are rich in protein according to scientific research can prevent the onset of breast cancer if taken early on.
Maybe not just soto Bandung, which have a mixture of rapeseed and soybeans, but it still seems Ojolali Soto said as a dish fit for an unforgettable culinary Bandung. Ojolali yo ..! (Ema / Ern - detikbandung)
See also:
Sour Sally
Burger King
Kuah nodes, that is one characteristic that is owned soto Bandung. While other soup using coconut milk for the gravy sotonya, not so with soto Bandung. Use horseradish as one of the mixed material will not be found in other regions soup menu.
If you read one section in the book by Haryoto Kunto, Face Bandung Bandung Tempoe Doeloe about the culinary, food, this one is a part. Navigate the streets of Jl Cibadak, which is located east of the plaza the city of Bandung, Soto Ojolali established in the 1940s as one conservationist Bandung specialties, soto Bandung. Although the name takes Java language, ojolali (do not forget), does not mean losing a sense of "Bandungnya '.
Soto Karta Endi, that the name originally. According to Soto Ojolali fourth-generation manager, Agus Ward, a name taken from the name of Karta Endi Soto Ojolali first generation of Karta and Endi. I do not know since when, or how its history, the name attached Ojolali Soto. "Some say that the name is derived from our customers," said Agus.
Peddled by traveling around Pasirkaliki, Station, New Market, until at Cibadak. Still in the 40s, Soto Ojolali no longer sold with a round, but in a small tent in later years turned into a restaurant building. In building this restaurant could be seen a portrait of two people who started the business Soto Ojolali the Karta and Endi.
Now, Soto Ojolali already spread across seven locations in the city of Bandung. With the center is still in Jl Cibadak No. 79, soto Bandung fans can find Ojolali Soto Bandung Trade Center, Jl Dr Djunjunan, Jl Ranchi highway, Kopo Square, Metro Trade Center, Yogya Yogya Kepatihan and BIP.
A serving of Soto Ojolali can be obtained at a price of Rp 16 thousand. If you want a half portion can only be found in the center Soto Ojolali namely Jl Cibadak a price of Rp 11,500. In Jl Cibadak, Soto Ojolali already open from pkl 06.00 WIB. This is the most crowded places visited Soto Ojolali fans throughout the day.
Talking about soto Bandung, not only the pleasure sense, any composition of the health side soto Bandung has a lot of nutritional value. Radish for example, plants from this bamboo curtain country contains many beneficial substances such as flavonoids and polyphenols, known as antioxidants. Also contains vitamins A, B1, B2, niacin, calcium, phosphorus, iron and oxalic acid and others. Benefits, for flatulence, dysentery, constipation, cough, overcome influenza, high blood pressure, heart disease, pulmonary tuberculosis and asthma, radishes can prevent cancer, kidney stones and leather puree others.
So also with soy, nuts on this one familiar. Soybeans are rich in protein according to scientific research can prevent the onset of breast cancer if taken early on.
Maybe not just soto Bandung, which have a mixture of rapeseed and soybeans, but it still seems Ojolali Soto said as a dish fit for an unforgettable culinary Bandung. Ojolali yo ..! (Ema / Ern - detikbandung)
See also:
Sour Sally
Burger King
Rabu, 10 November 2010
Sushi Sellers in Japan and Indonesia
Sushi is the food of rice and raw seafood is perishable. Food was formed with the hand that is not wearing gloves. Attachment of various kinds of microbes in the Sushi is hard to avoid. Sushi purchased to take home in the summer or in tropical countries should be eaten immediately so as not to cause abdominal pain.
In some countries like the United States, holding, holding food with their bare hands is considered unhygienic. Sushi makers required to wear rubber gloves or plastic. In contrast, the Japanese lose their appetite when seeing maker is making Sushi Sushi while wearing gloves. Nevertheless, the Sushi at supermarkets in Japan are generally made using gloves
Traders Sushi
1. In Japan
In Japanese, Sushi-ya Sushi is the name for traditional sellers who prepare sushi to eat at a place or home delivery. Sushi restaurant with plates of sushi are placed on a conveyor belt called kaitenzushi.
Sushi in the box with plastic tray can be found at the corner of cooked foods supermarket and department store. In addition, sellers often sell fresh fish Sushi. Sushi chain of stores that sell packaged to take home to home can be found throughout Japan.
2. In Indonesia
In some of the leading supermarket, Sushi in containers to take home are often found near the fresh fish. In the restaurant which provides a menu of Japanese food, sushi is often incorporated into the menu along with other Japanese cuisine. (Dakomi - jalanasik)
See also:
Hanamasa
Burger King
In some countries like the United States, holding, holding food with their bare hands is considered unhygienic. Sushi makers required to wear rubber gloves or plastic. In contrast, the Japanese lose their appetite when seeing maker is making Sushi Sushi while wearing gloves. Nevertheless, the Sushi at supermarkets in Japan are generally made using gloves
Traders Sushi
1. In Japan
In Japanese, Sushi-ya Sushi is the name for traditional sellers who prepare sushi to eat at a place or home delivery. Sushi restaurant with plates of sushi are placed on a conveyor belt called kaitenzushi.
Sushi in the box with plastic tray can be found at the corner of cooked foods supermarket and department store. In addition, sellers often sell fresh fish Sushi. Sushi chain of stores that sell packaged to take home to home can be found throughout Japan.
2. In Indonesia
In some of the leading supermarket, Sushi in containers to take home are often found near the fresh fish. In the restaurant which provides a menu of Japanese food, sushi is often incorporated into the menu along with other Japanese cuisine. (Dakomi - jalanasik)
See also:
Hanamasa
Burger King
Basic Sushi at Home
The key to all types of Sushi is the Sushi rice. There are a lot of ways to make Sushi rice, and most of them will end up pretty much the same. Here's the method I use. rice vinegar for Sushi.
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Begin by rinsing the rice. You used to have to rinse rice to remove talc that used to be used to coat rice. Now rice is coated with a cereal starch instead, so this isn't strictly necessary, but I find I get better results when I rinse my rice. If I don't, the rice doesn't end up as sticky as it should be. The method I use to rinse my rice is simple, I measure out how much rice I'll be using, usually 2 cups, into the bowl to my rice cooker, then I fill it halfway with water, swish it around, and slowly let the water drain out. I repeat this until the water is fairly clear.
The ratio of rice to water I use is 1:1. When I make rice at home, I usually cook 2 cups of rice with 2 cups of water. If you can, let your rice and water sit for about 20-30 minutes before you cook it. Once again, this is not necessary, but I find I get better results this way. I then cook my rice in my rice cooker. If you don't have a rice cooker, a saucepan with a good lid will work just fine. If you're doing it that way, follow these steps:
* Bring rice and water to a boil
* Reduce heat to a simmer
* Cover rice and water, allow to cook for 10 minutes
* Turn off heat and allow rice to steam for 20 minute
Whichever method you use to cook your rice, while it is cooking, make up your Sushi vinegar. The ingredients and ratios I use per 2 cups of uncooked rice
* 1/4 cup rice vinegar
* 2 tablespoons of sugar
* 1 teaspoon of salt
Combine these ingredients in a small saucepan and heat them until the salt and sugar are dissolved. The idea behind the sugar is to cause the tartness of the vinegar to be lessened, while the salt is to bring out the flavor of the vinegar while cutting the sweetness a bit. I've dissolved the ingredients in a microwave and never had any problems, but your mileage may vary. Whichever method you use, once your rice is cooked, place your rice in a large flat bowl or rice cooling bowl. I use a large pyrex casserole dish. Evenly sprinkle your Sushi vinegar mix over your rice, and using a wooden spoon or spatula, mix the rice and vinegar well.Try to avoid using metal, as it will change the flavor of the rice. Be careful not to break the kernels of the rice or to flatten the rice or it won't have the same look and feel to it. Once it's well mixed, using a fan or a plate, fan the rice down to room temperature. By doing this, the rice will have the right glossy look while still being nice and sticky. If you don't fan it, the rice's hull won't remain intact as well and kernels will break when you use it. At this point, your rice is ready to use. (i make sushi)
See also :
Hanamasa
Burger King
Selasa, 09 November 2010
Dim Sum, makanan ringan
Jangan mengaku penggemar masakan khas China apabila belum kenal kudapan Negeri Tirai Bambu yang disajikan dalam tenong bambu kecil ini. Ukuran kudapan China ini serasi dengan wadahnya yang mungil. Tiap-tiap potongnya cukup untuk porsi sekali santap. Itulah Dim Sum.
Merunut sejarah perkembangan Dim Sum, camilan ala China ini semula merupakan makanan ringan yang disantap sambil minum teh. Biasanya disantap saat sarapan dan teman minum teh di sore hari. Dim Sum diketahui berasal dan berkembang luas di daratan China bagian selatan. “Dim Sum berarti makanan ringan. Penyebutan Dim Sum berasal dari dialek China Kanton,” terang Christopher, manajer Diamond Restaurant.
Lantaran diperuntukkan sebagai hidangan ringan di pagi dan sore hari, porsi Dim Sum sengaja dibuat mini, agar lebih praktis. Pemilihan penyajian dengan tenong bambu berukuran kecil pun sengaja dipilih karena dianggap lebih praktis untuk persiapan. Cukup dihangatkan sebentar, maka Dim Sum pun siap disantap.
Konon, di negara asalnya, variasi menu Dim Sum sangat beragam, jumlahnya bisa mencapai ribuan jenis. “Tiap daerah memiliki menu Dim Sum masing-masing. Ditambah lagi, beberapa menu baru hasil kreasi para juru masak. Jumlah menu Dim Sum kini mungkin sudah mencapai ribuan jenis,” taksir Christoper.
Menu Dim Sum memang didominasi makanan yang dikukus, namun ada pula menu Dim Sum yang digoreng dan dipanggang, meski variasinya lebih sedikit. Yang seolah menjadi menu wajib pengudap Dim Sum antara lain hakau yaitu daging udang utuh yang dibungkus kulit hakau bening, juga siomay atau kaica isi daging ayam, jamur, baby corn dan udang yang diselimuti dengan kulit tahu.
Untuk menu Dim Sum yang digoreng, ada variasi lumpia atau cumi rambutan. Sementara menu Dim Sum panggang yang paling terkenal adalah tar telur, berbentuk seperti pai dengan adonan manis dari telur di bagian tengahnya. “Pada dasarnya, Dim Sum merupakan makanan sehat karena sebagian besar menu Dim Sum diolah dengan cara kukus,” ungkap Deasy Christina dari Orient International Restaurant. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
Lihat juga :
Burger King
Sate
Merunut sejarah perkembangan Dim Sum, camilan ala China ini semula merupakan makanan ringan yang disantap sambil minum teh. Biasanya disantap saat sarapan dan teman minum teh di sore hari. Dim Sum diketahui berasal dan berkembang luas di daratan China bagian selatan. “Dim Sum berarti makanan ringan. Penyebutan Dim Sum berasal dari dialek China Kanton,” terang Christopher, manajer Diamond Restaurant.
Lantaran diperuntukkan sebagai hidangan ringan di pagi dan sore hari, porsi Dim Sum sengaja dibuat mini, agar lebih praktis. Pemilihan penyajian dengan tenong bambu berukuran kecil pun sengaja dipilih karena dianggap lebih praktis untuk persiapan. Cukup dihangatkan sebentar, maka Dim Sum pun siap disantap.
Konon, di negara asalnya, variasi menu Dim Sum sangat beragam, jumlahnya bisa mencapai ribuan jenis. “Tiap daerah memiliki menu Dim Sum masing-masing. Ditambah lagi, beberapa menu baru hasil kreasi para juru masak. Jumlah menu Dim Sum kini mungkin sudah mencapai ribuan jenis,” taksir Christoper.
Menu Dim Sum memang didominasi makanan yang dikukus, namun ada pula menu Dim Sum yang digoreng dan dipanggang, meski variasinya lebih sedikit. Yang seolah menjadi menu wajib pengudap Dim Sum antara lain hakau yaitu daging udang utuh yang dibungkus kulit hakau bening, juga siomay atau kaica isi daging ayam, jamur, baby corn dan udang yang diselimuti dengan kulit tahu.
Untuk menu Dim Sum yang digoreng, ada variasi lumpia atau cumi rambutan. Sementara menu Dim Sum panggang yang paling terkenal adalah tar telur, berbentuk seperti pai dengan adonan manis dari telur di bagian tengahnya. “Pada dasarnya, Dim Sum merupakan makanan sehat karena sebagian besar menu Dim Sum diolah dengan cara kukus,” ungkap Deasy Christina dari Orient International Restaurant. (Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari - Solopos)
Lihat juga :
Burger King
Sate
Senin, 08 November 2010
Burger King Buka di Emporium Pluit
Berangkat dari banyaknya konsumen setia, membuat Burger King ingin semakin dekat dengan para pelanggannya. Hal itu dibuktikan dengan dibukanya sebuah gerai baru yang bertempat di Lantai Dasar Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara.
Burger King Buka di Emporium Pluit MallMenempati lahan seluas 340m2, gerai ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Namun untuk hari Jumat dan Sabtu, restoran ini buka hingga pukul 01.00 Wib, karena ada area outdoor yang memudahkan akses.
"Saat Emporium tutup, kami tetap punya akses masuk ke Burger King dari luar. Sehingga para konsumen masih bisa hangout tanpa memusingkan akses keluar," terang Vikram Noronha, General Manager Marketing Burger King Indonesia.
Restoran Burger King di Emporium Pluit Mall ini masih menawarkan Whopper, produk 'ikok' yang sangat terkenal. Tetap berpegang pada konsep 'Have It your Way', menu lokal telah diadaptasi untuk menyesuaikan dengan rasa lokal.
Burger King Indonesia menawarkan 'Black Pepper Whopper', yang kini menjadi menu favorit. Namun begitu, banyak menu yang disesuaikan dengan rasa lokal, termasuk 'BK Singles Black Pepper' dan 'BK Chick' n Crips'. Beberapa produk ini tersedia dalam ukuran double, yakni burger dengan dua lapisan daging di dalamnya.
Selain itu, penggemar 'BK Mushroom Swiss' kini dapat terpuaskan karena BK Singles dan BK Doubles Mushroom Swiss sudah ada di seluruh restora-restoran Burger King.
"Orang-orang Indonesia suka Burger King, makanya kita buka gerai yang ke sembilan. Lagipula burger dibuat setelah dipesan, bukan burger yang sudah jadi. Hanya dalam waktu tiga menit, konsumen sudah bisa menikmatinya. Itu sebabnya pula kami bisa memenuhi permintaan rasa sesuai setelah karena kami membuatnya setelah dipesan," tutup Vikram. (Astaga.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
Burger King Buka di Emporium Pluit MallMenempati lahan seluas 340m2, gerai ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Namun untuk hari Jumat dan Sabtu, restoran ini buka hingga pukul 01.00 Wib, karena ada area outdoor yang memudahkan akses.
"Saat Emporium tutup, kami tetap punya akses masuk ke Burger King dari luar. Sehingga para konsumen masih bisa hangout tanpa memusingkan akses keluar," terang Vikram Noronha, General Manager Marketing Burger King Indonesia.
Restoran Burger King di Emporium Pluit Mall ini masih menawarkan Whopper, produk 'ikok' yang sangat terkenal. Tetap berpegang pada konsep 'Have It your Way', menu lokal telah diadaptasi untuk menyesuaikan dengan rasa lokal.
Burger King Indonesia menawarkan 'Black Pepper Whopper', yang kini menjadi menu favorit. Namun begitu, banyak menu yang disesuaikan dengan rasa lokal, termasuk 'BK Singles Black Pepper' dan 'BK Chick' n Crips'. Beberapa produk ini tersedia dalam ukuran double, yakni burger dengan dua lapisan daging di dalamnya.
Selain itu, penggemar 'BK Mushroom Swiss' kini dapat terpuaskan karena BK Singles dan BK Doubles Mushroom Swiss sudah ada di seluruh restora-restoran Burger King.
"Orang-orang Indonesia suka Burger King, makanya kita buka gerai yang ke sembilan. Lagipula burger dibuat setelah dipesan, bukan burger yang sudah jadi. Hanya dalam waktu tiga menit, konsumen sudah bisa menikmatinya. Itu sebabnya pula kami bisa memenuhi permintaan rasa sesuai setelah karena kami membuatnya setelah dipesan," tutup Vikram. (Astaga.com)
Lihat juga :
Hanamasa
Sour Sally
Minggu, 07 November 2010
Sate Maranggi di Ancol
Mau di mana pun tempatnya, masakan Sunda selalu menjanjikan rasa yang khas. Seperti rasa Sate maranggi yang dihasilkan rumah makan Saung Kuring di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara.
Menikmati suasana pantai menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan stres. Demi mendapatkan suasana rileks, tak ada salahnya kita juga mencicipi hidangan asal Tanah Pasundan yang bernama sate maranggi. Berbeda dengan Sate yang banyak dijual di Jakarta dan berasal dari Madura, Sate maranggi bisa dikatakan makanan khas Purwakarta, Jawa Barat.
Namun, beberapa orang ada pula yang berpendapat bahwa Sate maranggi berasal dari Cianjur atau sekitar kawasan Cipanas. Aroma wangi dari bakaran Sate maranggi tercium saat Seputar Indonesia (SI) memasuki rumah makan Sunda berlabel Saung Kuring, yang berlokasi di Pantai Indah Ancol.
Rumah makan yang berdiri sejak dua tahun lalu ini, tepatnya pada Januari 2007,menurut pemiliknya, Ade Norman, memang menjadikan Sate maranggi sebagai salah satu menu andalan.
"Bagi para pencinta masakan Sunda, terutama Sate maranggi, tidak usah jauh-jauh pergi ke Cianjur, karena di Ancol pun tersedia Sate maranggi dengan rasa yang tidak kalah enak," ujarnya.
Ade menambahkan, walau umumnya Sate maranggi terbuat dari daging kambing ataupun sapi, khusus di Saung Kuring, bahan baku utama yang dipakai adalah daging sapi.
Perbedaan Sate maranggi dengan jenis Sate lainnya terletak pada bumbu yang terbuat dari kecap serta memiliki cita rasa campuran antara manis, asam, dan pedas. Perpaduan rasa tersebut sangat terasa menyentuh lidah saat SI menikmati Sate maranggi. Rasa manis ditimbulkan dari kecap, asam dari cuka lahang (cuka yang terbuat dari tebu), dan pedas yang berasal dari cabai hijau. .(Koran SI/Koran SI/nsa - okefood)
Lihat juga :
Hanamasa
Burger King
Menikmati suasana pantai menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan stres. Demi mendapatkan suasana rileks, tak ada salahnya kita juga mencicipi hidangan asal Tanah Pasundan yang bernama sate maranggi. Berbeda dengan Sate yang banyak dijual di Jakarta dan berasal dari Madura, Sate maranggi bisa dikatakan makanan khas Purwakarta, Jawa Barat.
Namun, beberapa orang ada pula yang berpendapat bahwa Sate maranggi berasal dari Cianjur atau sekitar kawasan Cipanas. Aroma wangi dari bakaran Sate maranggi tercium saat Seputar Indonesia (SI) memasuki rumah makan Sunda berlabel Saung Kuring, yang berlokasi di Pantai Indah Ancol.
Rumah makan yang berdiri sejak dua tahun lalu ini, tepatnya pada Januari 2007,menurut pemiliknya, Ade Norman, memang menjadikan Sate maranggi sebagai salah satu menu andalan.
"Bagi para pencinta masakan Sunda, terutama Sate maranggi, tidak usah jauh-jauh pergi ke Cianjur, karena di Ancol pun tersedia Sate maranggi dengan rasa yang tidak kalah enak," ujarnya.
Ade menambahkan, walau umumnya Sate maranggi terbuat dari daging kambing ataupun sapi, khusus di Saung Kuring, bahan baku utama yang dipakai adalah daging sapi.
Perbedaan Sate maranggi dengan jenis Sate lainnya terletak pada bumbu yang terbuat dari kecap serta memiliki cita rasa campuran antara manis, asam, dan pedas. Perpaduan rasa tersebut sangat terasa menyentuh lidah saat SI menikmati Sate maranggi. Rasa manis ditimbulkan dari kecap, asam dari cuka lahang (cuka yang terbuat dari tebu), dan pedas yang berasal dari cabai hijau. .(Koran SI/Koran SI/nsa - okefood)
Lihat juga :
Hanamasa
Burger King
Kamis, 04 November 2010
Tunjukkan STNK dan anda dapat Sour Sally
Para pemilik Toyota Yaris yang gemar akan wisata kuliner, kini bisa mendatangi outlet Sour Sally. Promo yang berlaku mulai 14 - 28 Februari 2010 nanti itu, akan memberikan kepuasan kuliner bagi para pemilik Toyota Yaris.
Betapa tidak cukup dengan melakukan pembelian Sour Sally berukuran kecil (small), akan mendapatkan gratis perbesar ukuran menjadi sedang (medium) pada waktu promo dan di tempat kegiatan.
Cukup dengan menunjukkan STNK Toyota Yaris asli dan memberikan fotokopinya serta fotokopi kartu identitas diri (KTP, SIM, Paspor, Kartu Pelajar). Untuk pembelian Sour Sally small plain, akan gratis perbesar ke medium plain. Jika pemilik Toyota Yaris membeli Sour Sally small combo, akan gratis perbesar ke medium combo juga.
Setiap 1 (satu) STNK Toyota Yaris hanya berlaku untuk 1 (satu) kali pembelian. STNK Toyota Yaris yang sudah digunakan pada outlet Sour Sally yang berpartisipasi dalam Kegiatan ini, juga dapat digunakan pada outlet Sour Sally lain yang berpartisipasi pada hari yang sama. Terlebih promo ini berlaku di seluruh cabang Sour Sally yang tersebar di Jakarta (Mal Taman Anggrek, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), dan Surabaya (Tunjungan Plaza 3, Galaxi Mall) serta Denpasar (Mal Bali Galeria, Discovery Shopping Mall).
Andaipun pemilik Toyota Yaris yang datang ke Sour Sally tidak membawa fotokopi STNK Toyota Yaris, tetap bisa mengikuti promo ini dengan pencatatan nomor STNK Toyota Yaris dan informasi penting lainnya, yaitu : nama, alamat tempat tinggal, nomor identitas (KTP, SIM, Paspor, Kartu Pelajar) dari pemilik STNK Toyota Yaris tersebut. Nama yang tercantum pada STNK Toyota Yaris tersebut boleh berbeda dengan nama yang tercantum pada kartu identitas.(toyota.co.id)
Lihat juga :
Burger King
Steak
Betapa tidak cukup dengan melakukan pembelian Sour Sally berukuran kecil (small), akan mendapatkan gratis perbesar ukuran menjadi sedang (medium) pada waktu promo dan di tempat kegiatan.
Cukup dengan menunjukkan STNK Toyota Yaris asli dan memberikan fotokopinya serta fotokopi kartu identitas diri (KTP, SIM, Paspor, Kartu Pelajar). Untuk pembelian Sour Sally small plain, akan gratis perbesar ke medium plain. Jika pemilik Toyota Yaris membeli Sour Sally small combo, akan gratis perbesar ke medium combo juga.
Setiap 1 (satu) STNK Toyota Yaris hanya berlaku untuk 1 (satu) kali pembelian. STNK Toyota Yaris yang sudah digunakan pada outlet Sour Sally yang berpartisipasi dalam Kegiatan ini, juga dapat digunakan pada outlet Sour Sally lain yang berpartisipasi pada hari yang sama. Terlebih promo ini berlaku di seluruh cabang Sour Sally yang tersebar di Jakarta (Mal Taman Anggrek, Grand Indonesia, Pacific Place), Bandung (Paris Van Java, Bandung Supermall), dan Surabaya (Tunjungan Plaza 3, Galaxi Mall) serta Denpasar (Mal Bali Galeria, Discovery Shopping Mall).
Andaipun pemilik Toyota Yaris yang datang ke Sour Sally tidak membawa fotokopi STNK Toyota Yaris, tetap bisa mengikuti promo ini dengan pencatatan nomor STNK Toyota Yaris dan informasi penting lainnya, yaitu : nama, alamat tempat tinggal, nomor identitas (KTP, SIM, Paspor, Kartu Pelajar) dari pemilik STNK Toyota Yaris tersebut. Nama yang tercantum pada STNK Toyota Yaris tersebut boleh berbeda dengan nama yang tercantum pada kartu identitas.(toyota.co.id)
Lihat juga :
Burger King
Steak
Rabu, 03 November 2010
Sushi, makanan sehari-hari penduduk jepang
Jepang adalah negara yang terdiri dari beberapa pulau yang dikelilingi lautan yang kaya akan plankton karena pertemuan antara arus panas dan arus dingin. Perairan Jepang kaya akan hasil laut. Adapun topografinya adalah pegunungan yang telah dibentuk untuk lahan pertanian. Jepang selalu mengambil bahan pangan dari hasil pertanian dan hasil lautnya. Seni memasaknya menekankan apa yang alamnya sediakan. Sushi, yang merupakan kombinasi ikan mentah dan nasi yang dibumbui, merupakan makanan yang eksotis bagi orang asing, adalah makanan sehari-hari penduduk Jepang.
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
Sushi berawal dari berabad-abad yang lalu sebagai metode pengawetan ikan. Diperkirakan sushi berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Ikan mentah yang telah dibersihkan di-press antara lapisan garam yang di tindih dengan batu. Setelah beberapa minggu dan melewati proses fermentasi, ikan dan nasi tersebut dapat disantap.
Pada abad ke-18, chef bernama Yoke memopulerkan nasi yang dibumbui dengan cuka, garam, dan gula, kemudian menghidangkannya bersama campuran lainnya seperti irisan ikan mentah.
Ada dua jenis sushi yang berkembang pada saat itu berdasarkan bentuknya, Kansai dan Edo (sekarang menjadi Osaka dan Tokyo). Kansai region sushi adalah nasi sushi dan bahan lainnya yang di bentuk menjadi bentuk-bentuk dekoratif, sedangkan Edo style adalah ikan mentah yang diletakkan di atas nasi sushi yang juga disebut nigiri sushi. (sinar harapan - Toar Christoper)
Lihat juga :
Burger King
Sour Sally
Sushi Rolls History
Sushi Rolls History - As early as 500 B.C. , people living in the mountains of southeast Asia wrapped fish in rice as a means of pickling and fermenting. In Japan, alternating layers of carp and rice were placed in a covered jar and left for up to a year. During this time, the fermenting rice produced lactic acid, thus pickling the fish. When the jar was opened, the carp was eaten, but the rice was discarded.
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
A Japanese legend holds that a kindly husband and wife placed rice in an osprey nest. When they later checked on the bird, they found a fish nestled in the rice, which they took as a token of the bird's appreciation. As they ate the thank-you gift, they noted that the fermented rice had imparted a distinctive taste to the fish.
In the seventeenth century, the people of culinary-rich Edo (now Tokyo) began the practice of adding vinegar to the rice so that it would ferment in just a few days. Before long, sushi shops were popular sites on the streets of Tokyo. One of the earliest, Sas Maki Kenukesushi, opened in 1702 and was still in business at the turn of the twentieth century.
Although the Japanese have eaten seaweed, or nori, since the eighth century, it was not until the late seventeenth century that it was regularly cultivated in inlets and estuaries up and down that nation's coasts. The nori was harvested in December and January when it had reached its maturity. It was not an easy task because the nori disappeared during the summer months.
In the 1940s, a British scientist named Kathleen Drew-Baker began to investigate what happened to nori spores in the summer. Drew's studies were published in a paper in 1949, which concluded that nori spores burrow into the pores and crevices of seashells, where they grow into pink thread-like organisms. When the weather turns cold, the organisms detach themselves and then adhere to other surfaces where they grow to maturity.
After Drew's conclusions were published, the Japanese quickly developed a cultivating system and nori production increased ten-fold from 1950 to 1980. In 1963, nori farmers erected a bronze statue in Drew's honor overlooking the Bay of Shimbara. On April 14 of every year, a ceremony is enacted in which Drew's cap and gown are placed on the statue, a Union Jack is raised, and farmers placed a tribute of nori from the current crop at the statue's feet. (MadeHow)
See also:
Burger King
Hanamasa
Selasa, 02 November 2010
Makan di Hanamasa
Hari sabtu kemarin, akhirnya sekeluarga makan di Hanamasa Bekasi. Bisa dibilang, Hanamasa yang sekarang beda sama Hanamasa yang dulu. Nggak tau kenapa, Hanamasa, yang dulu itu kayaknya jauh lebih enak dan jauh lebih lengkap. Atau cuma perasaan gue doang, nggak ngerti deh.
Seperti biasa, pesennya yakiniku sama syabu-syabu. Untuk yakiniku, ngambilnya lumayan banyak. Kebetulan juga karena gue sekeluarga suka lebih kalap kalo ngeliat yakiniku. Tapi walaupun gitu, gue juga tetep ngambil syabu-syabu. Lumayan buat bikin perut makin ganjel lagi. Hahahaha...
Yang kadang suka bikin ga sabar makan di Hanamasa adalah bagian masaknya. Pas udah laper banget, masaknya lama banget. Jadi kadang udah keburu laper banget, tapi cuman bisa ngeliatin masakan yang belom mateng.
Pas udah mateng, laen lagi ceritanya. Makan langsung kalap nggak inget kanan kiri. Gue sama ade gue rebutan makanan. Dulu-duluan makan makanan yang udah mateng soalnya kalo kalah cepet, harus nunggu masakan di masak dulu.
Anyway, walaupun gue masih tetep ngerasa Hanamasa yang dulu jauh lebih enak dibanding Hanamasa yang sekarang, tapi gue tetep puas sama Hanamasa. Well, selain karena makan all you can eat yang dibayarin ama nyokap bokap, gue juga bisa ngumpul-ngumpul sama bokap, nyokap, sama ade gue. Nyahahahaha....
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Seperti biasa, pesennya yakiniku sama syabu-syabu. Untuk yakiniku, ngambilnya lumayan banyak. Kebetulan juga karena gue sekeluarga suka lebih kalap kalo ngeliat yakiniku. Tapi walaupun gitu, gue juga tetep ngambil syabu-syabu. Lumayan buat bikin perut makin ganjel lagi. Hahahaha...
Yang kadang suka bikin ga sabar makan di Hanamasa adalah bagian masaknya. Pas udah laper banget, masaknya lama banget. Jadi kadang udah keburu laper banget, tapi cuman bisa ngeliatin masakan yang belom mateng.
Pas udah mateng, laen lagi ceritanya. Makan langsung kalap nggak inget kanan kiri. Gue sama ade gue rebutan makanan. Dulu-duluan makan makanan yang udah mateng soalnya kalo kalah cepet, harus nunggu masakan di masak dulu.
Anyway, walaupun gue masih tetep ngerasa Hanamasa yang dulu jauh lebih enak dibanding Hanamasa yang sekarang, tapi gue tetep puas sama Hanamasa. Well, selain karena makan all you can eat yang dibayarin ama nyokap bokap, gue juga bisa ngumpul-ngumpul sama bokap, nyokap, sama ade gue. Nyahahahaha....
Lihat juga :
Sour Sally
Burger King
Langganan:
Postingan (Atom)
